Tak terasa, perjalanan tujuh tahun lebih terasa berlalu begitu cepat. Dan ujung waktu yang tersisa di depan mata sudah menanti.

Mulut pun terasa menjadi keluh ketika tak ada kata yang bisa lagi terucapkan.

Mata menjadi kering ketika tak ada air yang membasahinya.

Hati tak mampu lagi menangkap isyarat yang Kau berikan.

Waktu begitu cepat berlalu, tanpa bisa ku hentikan sesaat, walau sekedar merasakan kebersamaan denganmu. Baru kusadari, begitu mahalnya sebuah kebersamaan yang harus kelewati bersamamu.

Sejuta rasa penyesalan menyesakkan dada ketika kehadiranmu dulu terasa biasa bagiku.

Sejuta rasa penyesalan menyesakkan pikiran ketika kusering mengecewakanmu.

Satu hal yang perlu kau tahu, tak pernah kusesali kehadiranmu disisiku , sesingkat apapun kau menyapaku.

Terimakasih atas warna hidup yang kau berikan untukku.

Teruntuk Adikku tersayang yang berjuang untuk Niara, dan 
Kekasih hatiku yang berjuang untukku
Advertisements